Lamongan (18-02-17), Rutinan Rijalul Ansor
PAC. GP. Ansor Sarirejo Lamongan kali ini bertempat di desa Beru,
tepatnya di Pondok Pesantren Al Ghozaliyah. Setelah pembacaan Ratib Al
Haddad yang dipimpin oleh sahabat Saiful Anam yang kemudian dilanjutkan
dengan pembacaan sholawat bil qiyam oleh sahabat H. Sugiarto.
Setelah
pembacaan aurod dan sholawat, taujihat wal irsyadat oleh KH. Muhammad
Mashud, tuan rumah sekaligus Rais Syuriyah MWC NU Sarirejo. Dalam
tausiyahnya, pemangku pondok pesantren al Ghazaliyah ini menyampaikan beberapa pesan penting. "Ratib Al Haddad ini bukan sembarang wirid, ini
wirid yang luar biasa. Ketika saya sowan ke Sayyid Abbas, saudara dari
Muhammad bin Alawi Al Maliki. Salah satu ulama kenamaan Mekah, yang
ketika telah wafat. Sayyid Abbas dihadapan para kyai-kyai sambil
mengijazahkan Ratib Al Haddad menyatakan bahwa sirr atau rahasia ratib
ini adalah, adanya tanaffus (pengambilan nafas) yang cuma sekali dalam
bacaan Laa ilaha illaa Allahu laa ilaha illaa Allah. Bacaan dua tahlil
yang disambung itu."
"Tugas
kita, sebagai jam'iyyah dan pemuda Ansor agar taat pada ulama. Karena
pada zaman yang NU sudah dipepet oleh ekstrem kanan dan kiri ini, kita
harus bersatu dan satu komando. Jangan jalan sendiri-sendiri," lanjut
beliau.
Selain itu,
beliau juga menceritakan bagaimana ketika jendral Mallaby dibunuh oleh
santri kyai Hasyim Asy'ari. Maka, Inggris ketika itu mengancam akan
meluluh lantakkan pulau Jawa, maka Habib Ali Al Haddad meminta
pesantren-pesantren untuk membaca Ratib Al Haddad, dan kenyataannya
memang akhirnya Inggris batal mengebom karena satu dua hal.
Acara
Majelis Rijalul Ansor kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan
dengan acara Rapat Rnggota PimpinanRranting GP. Ansor Desa Beru. [Asrori].

0 komentar :
Posting Komentar