Senin, 20 Februari 2017

Tugas Pemuda Ansor Agar Taat Pada Ulama

Lamongan (18-02-17), Rutinan Rijalul Ansor PAC. GP. Ansor Sarirejo Lamongan kali ini bertempat di desa Beru, tepatnya di Pondok Pesantren Al Ghozaliyah. Setelah pembacaan Ratib Al Haddad yang dipimpin oleh sahabat Saiful Anam yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bil qiyam oleh sahabat H. Sugiarto.

Setelah pembacaan aurod dan sholawat, taujihat wal irsyadat oleh KH. Muhammad Mashud, tuan rumah sekaligus Rais Syuriyah MWC NU Sarirejo. Dalam tausiyahnya, pemangku pondok pesantren al Ghazaliyah ini menyampaikan beberapa pesan penting. "Ratib Al Haddad ini bukan sembarang wirid, ini wirid yang luar biasa. Ketika saya sowan ke Sayyid Abbas, saudara dari Muhammad bin Alawi Al Maliki. Salah satu ulama kenamaan Mekah, yang ketika telah wafat. Sayyid Abbas dihadapan para kyai-kyai sambil mengijazahkan Ratib Al Haddad menyatakan bahwa sirr atau rahasia ratib ini adalah, adanya tanaffus (pengambilan nafas) yang cuma sekali dalam bacaan Laa ilaha illaa Allahu laa ilaha illaa Allah. Bacaan dua tahlil yang disambung itu."

"Tugas kita, sebagai jam'iyyah dan pemuda Ansor agar taat pada ulama. Karena pada zaman yang NU sudah dipepet oleh ekstrem kanan dan kiri ini, kita harus bersatu dan satu komando. Jangan jalan sendiri-sendiri," lanjut beliau.

Selain itu, beliau juga menceritakan bagaimana ketika jendral Mallaby dibunuh oleh santri kyai Hasyim Asy'ari. Maka, Inggris ketika itu mengancam akan meluluh lantakkan pulau Jawa, maka Habib Ali Al Haddad meminta pesantren-pesantren untuk membaca Ratib Al Haddad, dan kenyataannya memang akhirnya Inggris batal mengebom karena satu dua hal.

Acara Majelis Rijalul Ansor kemudian ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan acara Rapat Rnggota PimpinanRranting GP. Ansor Desa Beru. [Asrori].
Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Agenda

Diberdayakan oleh Blogger.

Berita

Kolom

Foto

 
Blog masih dalam masa perbaikan. Kritik dan saran email ke radaksi pacansorsarirejo@gmail.com